pemuda.kesehatan,Kota Cimahi, Senin (11/11/2024) – Sebanyak 25 perawat yang terdiri dari 24 orang perawat RSUD Cibabat Cimahi dan 1 orang perawat dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat pada Jumat (08/11/2024) mengikuti Pelatihan BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) Gelombang ke-2. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Kesehatan (Puslatkes) Pemuda Peduli Kesehatan (PPK) Garda Medika.
Menurut Fasilitator Puslatkes PPK Garda Medika, H. Ns. Oman Hendi, M.Kep yang juga menjabat Kepala Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cibabat Cimahi, pelatihan BTCLS ini sebelumnya sudah dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) pada 4 November 2024 dan akan berakhir pada hari ini, Sabtu 9 November 2024.
Oman menambahkan, sasaran peserta pelatihan adalah pelaksana penanganan kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler tingkat dasar, “Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler tingkat dasar.”

Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, prevalensi Penyakit Jantung Koroner (PJK) sejak 2007 – 2018 terus meningkat. Semula PJK terjadi pada orang lanjut usia, tetapi kini terjadi pergeseran, PJK juga dialami oleh kelompok usia muda (25 – 34 tahun).
Selain PJK, prevalensi cedera di Indonesia juga meningkat. Cedera yang lamta ditangani bisa berakibat fatal. Bahkan, dapat berujung pada kematian atau berujung cacat sehingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, cedera sering terjadi pada penduduk usia produktif (15 – 24 tahun) yang menyebabkan panca indera tidak berfungsi, kehilangan sebagian anggota badan, dan catat permanen. Pria lebih dominan terkena cedera dibandingkan wanita. Anggota gerak atas dan bawah adalah bagian tubuh yang paling sering mengalami cedera. Kecelakaan lalu lintas adalah penyebab utama terjadinya cedera.
Penanganan yang cepat dan tepat dari mulai pre-hospital hingga intra-hopital oleh perawat sangat penting untuk mencegah kecacatan dan kematian. Oleh karena itu, harus memiliki kompentasi dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler. Salah satu upaya dalam peningkatan kompetensi tersebut dilakukan melalui pelatihan Basic Trauma Cardiac LifeSupport (BTCLS).
Pelatihan dasar ini ditunjukan bagi perawat, calon perawat yang berada pada masa pendidikan keperawatan pada semester akhir dan perawat fresh graduated. Untuk mempertahankan dan mengembangkan kompetensi keperawatan gawat darurat (emergensi) bagi perawat yang sudah bekerja, telah dipersiapkan pelatihan keperawatan emergensi dasar, intermediate dan advanced.
Pelatihan berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Kemenkes dan Kurikulum pelatihan BTCLS ini digunakan sebagai acuan bagi penyelenggara pelatihan sehingga penyelenggaraan pelatihan BTCLS dimana pun dan oleh siapa pun akan sama sesuai standar nasional dan mengacu pada standar internasional.

Pelatihan BTCLS ini memiliki kompetensi, yaitu: (1) Melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD); (2) Menjelaskan triage pasien; (3) Melakukan penilaian dan penatalaksanaan awal (initial assessment); (4) Melakukan penatalaksanaan pasien dengan gangguan jalan nafas dan pernafasan (airway and breathing); (5) Melakukan penatalaksanaan pasien akibat trauma: kepala dan spinal, thorak, dan abdomen, musculas keletal dan luka bakar; (6) Melakukan penatalaksanaan pasien dengan gangguan sirkulasi, dan; (7) Melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskuler dan melakukan evakuasi dan transportasi.
Menurut Oman, pelatihan ini dilatih oleh pelatih yang profesional dengan kriteria: (1) Telah mengikuti TPK/TOT; (2) Menguasai materi baik secara teori dan praktik; (3) Memiliki pengalam kerja di Rumah Sakit minimal dua tahun dan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) atau Surat Izin Praktik (SIP) yang masih berlaku.
“Penyampaian materi dilaksanakan secara online dengan aplikasi Zoom Meeting dan Pelatihan simulasi (skill situation) dan ujian secara praktik dilaksanakan secara offline di RSUD Cibata,” pungkas Oman.